Pasca Panen Kopi Washed Giling Basah
Pasca panen giling basah dikenal dengan metode semi-washed atau wet hulling (giling basah).


Pasca panen giling basah kopi Gayo adalah proses pengolahan kopi khas dari dataran tinggi Gayo, Aceh, yang dikenal dengan metode semi-washed atau wet hulling (giling basah).

Konon ceritanya proses ini yang paling cocok untuk kopi gayo karena proses pengeringan relative singkat yang sangat sesuai dengan kondisi cuaca di dataran tinggi gayo dengan curah hujan cukup tinggi.

Berikut tahapan singkat dan jelasnya : 
Pemetikan

Buah kopi dipetik saat sudah matang (merah).

Pengupasan Kulit

Buah kopi dikupas kulit luarnya (kulit merah) menggunakan mesin pulper.

Fermentasi Singkat dan Pencucian
Biji kopi dengan mucilage difermentasi kurang lebih 12 jam setelah itu dicuci untuk menghilangkan sisa lendir.

Pengeringan Awal
Biji kopi dengan kulit parchment dikeringkan hingga kadar air sekitar 30–40%.

Giling Basah (Wet Hulling)
Kulit parchment dikupas saat biji masih basah/lembap (belum kering sempurna), inilah yang disebut giling basah.

Pengeringan
Biji kopi dikeringkan lagi hingga kadar air ±12% agar tahan simpan dan siap disortir atau ekspor.

    Metode ini memberikan cita rasa khas kopi Gayo, seperti body yang tebal dan keasaman rendah, dengan profil earthy dan spicy.