Standar Uji Fisik Pada Biji Kopi
Uji fisik adalah suatu system yang digunakan untuk menilai kualitas dari biji kopi berdasarkan fisiknya

Why Choose Us

Keep Cheer With Amazing Tastes

Explore our curated selection of premium coffee beans, sourced from the finest farms around the world. Discover rich, bold flavors and perfect your brew with our expertly roasted beans. Elevate your coffee experience today!

Menu made by specialist
Breakfast,lunch, Dinner
Only fresh & rich coffee beans
Shop Now
Order Complete
Best Coffee Beans
4.3 out of 5
icon3-2
Turkish Coffee
Turkish coffee is a rich, strong coffee made from finely ground Arabica beans, traditionally brewed in a special pot called a cezve over low heat.
Read More
icon4
Organic Seed
We specialize in providing high-quality organic seeds for home gardeners, farmers, and agricultural businesses committed to sustainable practices.
Read More
icon1-2
Excellent Grinding
Utilizing advanced techniques and equipment, we achieve tight tolerances and superior surface finishes for a wide range of materials, including metal
Read More
icon2-2
Awesome Aroma
Our mission is to awaken your senses with the finest coffee blends crafted from premium, simply wanting a cozy brew at home or ethically sourced beans.
Read More

Uji fisik adalah suatu system yang digunakan untuk menilai kualitas dari biji kopi berdasarkan fisiknya, baik menggunakan alat bantu atau menggunakan indra manusia sesuai dengan standar yang berlaku. Standar yang menjadi pedoman pada uji Fisik ada 2, yaitu :

  • Standar Nasional Indonesia (SNI)
  • Standar Specialty Coffee Association of America (SCAA)

Adapun tahap uji fisik yang dilakukan pada biji kopi sebagai berikut:

1. Test Kadar Air

Kadar air dalam biji kopi dapat di ukur dengan menggunakan alat pengukur kadar air yang dikenal dengan “ TESTER ” berbagai merek, sehingga dapat diketahui berapa persentase air yang terkandung dalam biji kopi tersebut. Selain ‘TESTER” kadar air juga dapat dilakukan dengan menggunakan Oven pengering dengan metode Timbang Kadar air biji kopi yang direkomendasikan oleh SNI maupun SCAA adalah 12-13 %.

  • Tinggi > Kadar Air = Kualitas jelek
  • Rendah < Kadar Air = Kualitas baik

2. Test Trase

Trase adalah persentase biji cacat dalam 100 gram biji kopi Pengujian trase dilakukan dengan cara ditimbang dimana akan dipisahkan antara biji cacat dengan biji normal, hasil timbang biji cacat itu disebut sebagai persentase trase, Test Trase dilakukan pada biji kopi asalan, Tinggi rendahnya trase menujukan baik tidaknya kualitas dari biji kopi tersebut.

  • Tinggi > Trase = Kualitas jelek
  • Rendah < Trase = Kualitas baik

3. Test Defect

Defect adalah jumlah dari nilai cacat biji kopi, Test Defect dilakukan pada biji kopi Ready atau siap Eksport untuk menentukan mutu atau Grade kopi tersebut. Untuk menentukan defect dapat menggunakan 2 system,yaitu :

  • Standar Nasional Indonesia ( SNI )
  • Standar Specialty Coffee Association of America ( SCAA )

4. Test Warna/Bau

Test ini dilakukan dengan mengunakan indra berupa kejelian dalam melihat dan membau, Biji kopi yang baik memiliki bau yang segar dan warna yang cerah serta tidak terkontaminasi dengan bahan asing baik yang menimbulkan perubahan warna atau bau.

  • Warna tidak seragam / Bau tidak segar = Kualitas jelek
  • Warna seragam dan cerah / Bau segar = Kualitas baik

5. Test Ukuran Biji

Test ini dilakukan untuk menentukan ukuran biji kopi yaitu ukuran biji besar (L) Size, biji sedang (M) Size, biji kecil S) Size serta biji sangat kecil/tidak lolos screen (shells).

Test ini dilakukan dengan mengunakan screen yang terdiri dari beberapa tingkat minimum 4 tingkat dengan masing-masing ukuran lubang 1/64 inch yaitu : 18 , 16 , 14 dan < 14. Biji kopi yang baik memiliki keseragaman dalam ukuran tergantung dari sizenya masing-masing.

  • Ukuran biji bervariasi = kualitas jelek
  • Ukuran biji seragam = kualitas baik